Showing posts with label Info Pos Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Info Pos Indonesia. Show all posts

Tuesday, November 29, 2016

Penghargaan Apresiasi PT Pos Indonesia untuk Agen Pos Tebaik 2016

Pos Indonesia kembali menggelar acara Apresiasi Agenpos Terbaik 2016 pada 25 November 2016 di Graha Pos Indonesia, Bandung, dengan tema ‘Goliath is The New David’.

Direktur Ritel dan Jaringan, Ira Puspadewi, mengatakan, penghargaan bagi para Agenpos ini merupakan bentuk apresiasi Pos Indonesia kepada para agen berprestasi. Dan melalui tema ‘Goliath is The New David’, kedepannya para Agenpos secara serius dapat menjadi driver Pos Indonesia dalam proses transformasi diri menjadi raksasa yang gesit.

Ira mengakui peran Agenpos bagi pertumbuhan Pos Indonesia sangat penting, sangat critical, hari ini bahkan di masa yang akan datang. “Kita bisa belajar dari transformasi negara yang lebih maju seperti Jerman yang memiliki kemitraan agenpos tertinggi. Dimana agenpos memegang peranan yang lebih besar dalam menyediakan postal service yang selama ini menjadi tulang punggung bisnis pos.”

“Sedangkan tugas Pos Indonesia sendiri yaitu untuk terus menggali potensi bisnis lain yang akan memperkaya postal services yang selama ini sudah dikenal masyarakat,' Ira menambahkan. Di Indonesia, Yogyakarta menjadi salah satu contoh keberhasilan pengelolaan Agenpos dimana kontribusi pendapatan wilayah tersebut sebanyak 75% berasal dari Agenpos.

Bagi para pengelola Agenpos, bergabung menjadi Agenpos memiliki kesan tersendiri. “Yang pertama tentu kami senang karena bisa memberikan lapangan pekerjaan untuk orang lain, kedua kami menjalin banyak relasi dan yang ketiga ada income yang cukup lumayan,” tutur Wulan, pengelola Agenpos Victory di Alam Sutera yang bergabung sejak tahun 2014.

Menurut Wulan, sistem yang dimiliki Pos Indonesia sekarang sudah jauh lebih canggih, lebih baik dan tertata rapi. Baginya menjadi Agenpos merupakan pilihan tepat mengingat potensi bisnis kurir yang terus berkembang, jaringan Pos Indonesia yang luas, serta tarif Pos yang diakuinya kompetitif.

“Berkat jadi Agenpos saya bisa sering jalan-jalan sama karyawan saya. Target saya sih mau ngajak mereka liburan ke Singapura,” imbuhnya. 

Adapun Agenpos yng mendapat penghargaan yaitu,
1. Agenpos dengan Pendapatan Jasa Kurir Terbaik Nasional :
ALDO 16910C1, dibawah Kantorpos Cibinong 16900, Pengelola : Dian Rivia
2.Agenpos dengan Kontribusi Pendapatan Terbaik Nasional :
ELLEN 55132C1, dibawah Kantorpos Bantul 55700, Pengelola : Setiyadi
3. Agenpos dengan Rata-rata Pertumbuhan Terbaik Nasional :
PRINGLANGU 51132C1, dibawah Kantorpos Pekalongan 51100, Pengelola : M. Rizal
4. Agenpos dengan Pendapatan Jasa Keuangan Terbaik Nasional :
PADASUKA 16610C3, dibawah Kantorpos Bogor 16000, Pengelola : Dani Mukhsin Arovah
5. Agenpos dengan Kontribusi Pendapatan Jasa Keuangan Terbaik Nasional :
AKSARA MEDAN ESTATE  20224C1, dibawah Kantorpos Medan 20000, Pengelola : Nurmariyanti Tinambunan
6. Agenpos dengan Rata-rata Pertumbuhan Jasa Keuangan Terbaik Nasional :
BISNIS2000 28284C1, dibawah Kantorpos Pekanbaru 28000, Pengelola : Budiman
7. Agenpos dengan Tampilan Fisik Terbaik Nasional :
BRATANG 60284C3, dibawah Kantorpos Surabaya 60000, Pengelola : Billy Yacob
8. Agenpos dengan Tampilan Fisik Terbaik Nasional :
VICTORY  15325C3, dibawah Kantorpos Tangerang 15000, Pengelola : Wulan
Semoga kedepan akan ada agenpos dari Semarang atau Demak masuk dalam nominasi penghargaan agenpos terbaik dari Pos Indonesia.

Thursday, June 23, 2016

Hasil Rapat BIPARTIT 2016 Pos Indonesia

Rapat BIPARTIT DPP SPPI Dan DPW SPPI Dengan Direksi PT. POS INDONESIA Hari : Selasa 5 April 2016 Di Cilaki Bandung Rekan, sambil menunggu risalah resmi dari manajemen kami sampaikan info hasil pertemuan antara Pgrs DPP SPPI & para KETUA DPW SPPI dgn BOD POS INDONESIA, hari Selasa, tgl 5 april 2016 sbb :
1. BPJS. Perush telah mengeluarkan KD 79 ttg Jaminan Kesehatan yg mengatur ttg kepesertaan BPJS Kesehatan dgn pola COB. Pola COB dpt dijalankan apabila ada PKS dg RS. Apabila blm ada PKS, maka sepanjang ada rujukan dari FPJK atau Faskes tkt 1, pegawai dpt memilih layanan non bpjs dan kemudian ajukan restitusi biaya RS, dg sharing cost 90% Perush 10% peg. Peg yg belum terima kartu BPJS masih dpt ajukan klaim restitusi.

 2. MASALAH OUTSOURCING Perush setuju mengangkat semua tenaga kerja outsourcing yg sdh memiliki masa kerja di atas 3 thn. Perush dan SPPI akan mengamandemen PKB untuk mengakomodir kondisi khusus rekrutmen OS yg jumlahnya mencapai +/- 5.000 org. TKO yg masakerjanya kurang dari 3 tahun tetap bekerja dgn evaluasi thdp kinerja masings.

 3. PKB PKB 2014-2016 diperpanjang sd tgl 24 Nov 2016, diharapkan PKB yg baru dittd saat MUNAS SPPI. 

4 . THR & BONUS Dirutpos menyampaikan keinginan membayar THR 2XGaji dan Bonus 4xgaji apabila kondisi keuangan tahun ini memungkinkan, shg diharapkan kerja keras kita semua. 

5. Pegawai yg memasuki masa CBS diharapkan menjadi pengelola AGENPOS dgn dukungan dana PKBL dan perlakuan khusus, mis: tanpa deposit. 

Demikian info hasil pertemuan hari ini




sumber:http://www.infopos.xyz/

Friday, June 17, 2016

Pos Indonesia Akan Segera Launching Online Marketplace Khusus Produk UMKM

Kabar gembira bagi para pelaku UMKM Indonesia. Pasalnya PT Pos Indonesia telah membangun online marketplace khusus untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Langkah Pos Indonesia yang akan segera meluncurkan situs marketplace merupakan inovasi seiring dengan perkembangan industri e-commerce tanah air.

Marketplace UMKM Pos Indonesia ini memiliki tujuan agar UMKM di Indonesia dapat berkembang dan produk mereka dapat dipasarkan lebih luas ke masyarakat.

Menurut Direktur Utama PT Pos Indonesia Gilarsi Wahyu Setijono, rencananya situs marketplace UMKM akan diluncurkan kurang lebih satu bulan lagi.

Melalui fasilitas marketplace, pelaku UMKM dapat menentukan sendiri harga produk yang dijualnya sesuai dengan mekanisme pasar.

Seperti pemain online marketplace yang sudah ada, calon pembeli nantinya juga akan dikenakan biaya tambahan untuk pengiriman.

Sebagai permulaan, Pos Indonesia sudah memilih 30 pelaku UMKM dari dua kabupaten, Sidoarjo dan Gresik, yang lolos standar mutu.

Nantinya, para pemiliki UMKM tersebut bisa memanfaatkan program display corner kantor pos untuk memamerkan produk.

Program display corner kantor pos saat ini baru dilakukan di Jawa Timur dan rencananya  nanti akan diluncurkan juga di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Di Jawa Timur, saat ini terdapat sekitar 600 kantor pos yang bisa dijadikan sebagai ruang pamer bagi UMKM dari total 4.500 kantor pos di Indonesia.

Jawa Timur dipilih untuk peluncuran program ini karena geliat aktivitasnya paling agresif. Provinsi Jawa Timur dinilai sebagai basis pelaku UMKM terbesar di Indonesia, yakni berkisar 6,8 juta.

Pos Indonesia akan Hentikan Masuk ke Bisnis Properti


PT Pos Indonesia (Persero) mengurungkan rencana ekspansi di sektor properti untuk memiliki bisnis perhotelan selain karena bukan bisnis inti juga membutuhkan dana besar dan jangka waktu panjang.
"Wacana Pos Indonesia masuk bisnis perhotelan sudah saya stop. Tidak dilanjutkan, karena bukan 'core bisnis' kami," kata Direktur Utama Pos Indonesia Gilarsi Wahyu Setijono, di Jakarta, Sabtu (13/2).
Menurut Gilarsi, Pos Indonesia tidak ingin berbisnis hotel karena selain tidak punya kompetensi juga membutuhkan waktu panjang untuk belajar.
"Walaupun dimungkinkan bekerja sama dengan jaringan perhotelan, namun ini sangat riskan. Tidak bisa mempertaruhkan nasib Pos Indonesia pada bisnis yang sama sekali baru bagi kami. Masuk bisnis hotel butuh waktu panjang dan 'berdarah-darah' lagi. Jadi kita stop," tegasnya.
Menurut catatan, manajemen Pos Indonesia sebelumnya melalui anak usaha Pos Properti pada 2014 pernah menjajaki kerja sama dengan beberapa jaringan perhotelan antara lain dengan Amaris Group.
Bahkan pada 2015 sudah tahap pengurusan izin pembangunan di 15 lokasi strategis seperti di kawasan Cicendo, Bandung, maupun di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat dan sejumlah lokasi lainnya di Indonesia.
Namun Gilarsi yang baru 3 bulan menjabat sebagai orang nomor satu di Pos Indonesia itu memutuskan bahwa aset-aset strategis berupa gedung dan perusahaan dimonetisasi untuk mendukung bisnis perusahaan.
Ia menjelaskan, saat ini Pos Indonesia sedang melakukan transformasi bisnis dengan titik berat pada sistem "smart logisticical processing" sebagai tulang punggung utama bisnis perusahaan.
"Kita akan lebih memfokuskan pada bisnis logistik, meskipun tetap menjalankan bisnis lainnya seperti kanal pembayaran, surat menyurat dan yang paling berkembang saat ini yaitu e-commerce," ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan kajian bahwa saat ini belanja logistik seluruh BUMN mencapai sekitar Rp250 triliun per tahun, sehingga sangat potensial jika digarap oleh Pos Indonesia.
"Jika Pos Indonesia mendapat 10 persen saja dari belanja logistik maka setidaknya bisa menjadi potensi pendapatan bagi Pos, di satu sisi BUMN bisa lebih hemat karena akan diikuti dari sisi efisiensi," ujarnya.

Solusi e-commerce pelaku UMKM dari Pos Logistik Indonesia

CEO PT Pos Logistik Indonesia Yan Hendry Jauwena menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan program untuk membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mengalami kesulitan distribusi pemasaran serta pendanaan untuk pengembangan bisnis.
"Solusi e-commerce untuk UMKM, kami kerjasama dengan lembaga namanya Nurbaya Initiative. Ini platform yang mengumpulkan UKM sehingga bisa didaftarkan ke kantor pos. Sehingga UKM ini bisa listing di beberapa toko online," kata Yan dalam sosialiasi KUR di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (22/4/2016).

Lebih jauh dia bilang, pada saat UMKM yang listed di toko online melakukan transaksi, Pos Logistik Indonesia akan memotret transaksi tersebut. Dengan data-data transaksi ini, UMKM dibantu untuk mendapatkan permodalan.

"Selain itu, kami tawarkan sistem logistik," sambung Yan. Dengan jaringan kantor pos hingga 4.391 unit dan 35.347 sales points, PT Pos Indonesia (induk Pos Logistik Indonesia) menawarkan solusi logistik bagi UMKM, khususnya untuk kelancaran logistik dari desa ke kota, dan bahkan sampai ke cakupan global.
"Pembayaran juga selama ini menjadi kendala, kami layani dengan e-Payment. Shipping juga kendala, kami atasi dengan e-shipping," kata dia lagi.
Yan menambahkan, mungkin tidak banyak orang tahu bahwa PT Pos Indonesia kini semakin 'logistic-centric', menyusul perkembangan industri dan teknologi. Dia bilang, kantor pos ke depan akan makin didorong untuk pelayanan solusi logistik.
"Ada contoh kasus yang kami lakukan, kantor pos Mataram. Kita sudah mengeksekusi produk ke Eropa. Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa PT Pos sudah mengirim kopi sebanyak 6 ton dari Mataram ke Eropa. Dan masih ada komoditas lain yang dilakukan kantor pos melalui Program Pos Ekspor," pungkas Yan

Pimpinan Harus Jadi Role Model di Leadershipnya

Beberapa tahun silam, pesawat-pesawat miliki maskapai Garuda Indonesia dilarang mendarat di Uni Eropa. Larangan itu berawal dari sejumlah keselakaan beruntun yang menimpa maskapai pelat merah tersebut sehingga pesawat-pesawat Garuda Indonesia dianggap tidak aman kala itu.

 Kondisi tersebut membuat banyak orang geram. Salah satunya Gilarsi Wahju Setijono yang kala itu sedang mengisi strategis di Philips Lighting Electronics Asia Pasific, berkedudukan di Shanghai. Alumnus Teknik Kimia ITB angkatan 1987 tersebut marah pada diri sendiri.

“Saya bisa membuat perusahaan multinasional, perusahaan asing menjadi besar, profitable, dan membuat para pemilik sahamnya bangga. Tapi kok saya tidak bisa berbuat untuk BUMN kita. Itu sangat memukul nurani saya. Saya ingin berbuat untuk bangsa ini” ujarnya kepada wartawan www.beritanusasatu.com di Graha Pos Indonesia Jalan Banda beberapa waktu lalu.



Karena banyak hal, keinginan untuk pulang dan berbuat sesuai bagi BUMN Indonesia belum terwujud pada saat itu dan menurutnya tidak harus dengan memimpin BUMN.

Salah satunya, Gilarsi bersama rekannya membentuk Nusantara Bertutur, gerakan sekelompok anak bangsa yang peduli terhadap upaya pembangunan karakter anak Indonesia melalui dongeng. “kenapa dongeng? ini berawal dari pemikiran behaviour scientist dari Amerika Serikat, yaitu David Clarence McClelland. Pada 1962 dia penasaran kenapa di dunia ini ada negara maju dan negara tidak maju. Maka, dia lakukan penelitian hingga puluhan tahun” jelasnya.

Penelitian McClelland menjadi tesis yang juga diterbitkan dalam buku berjudul The Achieving Society. Hasil penelitian McClelland mengungkapkan, pada negara maju, rakyatnya punya sesuatu yang disebut “N-Ach”, yaitu need for achievement. “ada dua N Lainnya, yaitu need fot power dan need for affiliation. Akan tetapi, yang terutama ialah N-Ach. Lalu, dari mana munculnya N-Ach di masyarakat negara maju? Salah satunya munculnya karena dongeng atau folklor” katanya.

Bermula dari itulah Nusantara Bertutur digulirkan. “Kami ingin generasi Indonesia mendatang punya karakter tangguh, gigih, ulet, tidak mudah menyerah, dan jujur. Salah satunya melalui dongeng kontemporer yang kami sebarkan melalui Nusantara Bertutur” ujarnya.


Berkiprah di Pos Indonesia

Pos Indonesia, yang menggulirkan transformasi bisnis sejak beberapa tahun terakhir, sepertinya terasa pincang dengan adanya kekosongan pucuk pimpinan selama hampir 6 bulan. Saat ini, BUMN sektor pos dan logistik ini sudah kembali menunjukan gairah setelah diangkatnya Gilarsi Wahyu Setijono sebagai Presiden Direktur yang baru menjabat sekitar sebulan ini.

Pada pertengahan Desember 2015, www.beritanusasatu.com berkesempatan melakukan wawancara eksklusif untuk mengorek visi kepemimpinan sang CEO baru ini. Berikut petikannya.


Sebagai pemimpin baru di Pos Indonesia yang datang dari eksternal, Apa saja rencana Anda untuk mengembangkan bisnis perseroan ke depan?
Pos Indonesia ini diibaratkan sebagai ‘raksasa tidur’. Pertama yang saya lakukan adalah meneriakan ke seluruh organ perusahaan untuk segera bangkit, saya teriak bangun..bangun… semua orang sedang saya bangunkan.

Dalam proses membangunkan tentu dari yang paling atas sampai yang paling bawah semuanya harus bangun. Saya sedang mencoba mengembalikan fungsi leader sebagai role model.

Kemarin beberapa teman-teman di Pos pada kaget, “eh dirut jam 7 pagi sudah di depan pintu. Ngapain ni?” saya melakukan greeting mengucapkan selamat pagi kepada semua staf yang hadir pagi-pagi. Paling tidak kita melakukan tugas sebagai apresiasi kepada karyawan yang menegakan disiplin waktu. Hal semacam ini setidaknya bisa dilakukan seminggu sekali.  Ini untuk menunjukkan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, saling tenggang rasa itu dimunculkan kembali. Saya ingin kebangkitan Pos ke depan ini menjadi representasi kebangkitan Indonesia.


Bagaimana rencana Anda untuk mengembangkan bisnis Pos Indonesia ke depan?


Pos Indonesia dalam arsitektur, katakanlah dalam 10 tahun ke depan, akan tetap fokus pada lima core business. Bisnis surat dan paket menjadi bisnis inti sebagai legacy perseroan. Bisnis paket bisa digabung dengan logistik untuk menangkap e-commerce sebagai potensi besar dan pertumbuhannya luar biasa.

Bisnis logistik juga harus menjadi backbone bagi sistem logistik nasional, karena kita sudah by design memiliki jaringan distribusi di 4.500 titik di seluruh Indonesia. Bahwa kita harus bekerjasama dengan yang punya kapal, kereta api, pesawat, itu semua kan hanya penghubung. Tetapi dalam distribusinya Pos Indonesia sebagai back bone.

Dari pada kita bekerja sendiri-sendiri, kenapa tidak kita bangun logistik nasional, ibarat satu badan yang semuanya terjadi sinkronisasi. Apabila seluruh perusahaan transportasi kapal, truk, pesawat, kereta semuanya bergerak dalam satu kesatuan logistik nasional, diharapkan biaya logistik Indonesia yang saat ini 25% dari GDP, untung-untung bisa ke 18% mendekati Jepang di 14%. Itu sudah sangat efisien lumayan banyak, kalau 1% sama dengan Rp100 triliun  berarti ada sekian ratus triliun yang bisa dihemat dari biaya logistik nasional.

Berikutnya pengembangan jasa layanan keuangan mulai dari wesel, pospay untuk pembayaran, dan remitansi. Lalu yang satu lagi ini bisnis bawaannya karena Pos Indonesia memiliki properti strategis di mana-mana, tentunya harus menghasilkan uang juga. Arahnya nanti pada penguatan bisnis ritel. Saya melihat value yang luar biasa dengan dukungan 4.500 titik distribusi Kantor Pos. Hampir semuanya berada di lokasi-lokasi strategis. Jadi by default perseroan bisa menjadi perusahaan ritel yang besar.


Bagaimana kepemimpinan yang diterapkan agar kelima bisnis inti tumbuh sesuai ekspektasi? 

Leadership saya, bagaimana membawa lima poin bisnis inti perusahaan mempunyai roadmap masing-masing yang jalannya jelas, proses mengawalnya jelas, organisasinya juga jelas, semua orang menapak ke arah yang benar, selambat apapun. Saya bertanya mana yang lebih penting jam atau kompas? Jam itu memberikan kita efisiensi, kalau kompas memberikan kita arah yang benar. Jadi yang lebih penting kompas, karena efisien pun kalau arahnya salah, ya percuma.

Kepemimpinan saya bagaimana membuat semuanya terjadi sinkronisasi dan bergerak ke arah yang benar. Sekarang ini belum semuanya sinkron, dan terus dibenahi. Kita terus bergerak meskipun lambat, tetapi sudah ke arah yang benar dan semua bagian mulai menggeliat. Sekarang terus kita bangunkan, diajak olah raga sedikit, baru nanti saya ajak lari.

Itu yang signifikan harus diterapkan dalam proses leadership. Saya sampaikan kepada top 100 Pos bahwa saya menuntut setiap individu di Pos, terutama pimpinan, agar menjadi role model, karena kepemimpinan tanpa teladan yang baik, tidak akan membuat orang hormat pada pemimpinnya. Berikan suri teladan yang baik dan arahan yang baik. Itu saja.

Apa saja tantangan yang bapak hadapi selama masuk Pos Indonesia?

Leadership itu tantangannya hanya satu, yakni menciptakan leadership mulai dari dirimu sendiri. Itu sebuah konsekuensi jika ingin menciptakan panutan, saya harus mulai dari sendiri, mungkin sebelum di Pos saya masih bisa memaafkan diri saya apabila bangun terlambat, sekarang sudah tidak bisa, karena saya akan menjadi referensi bagi sekian banyak orang. Ini yang tidak boleh salah.

Implementasi kepemimpinan kita mengubah visi, misi dan budaya perusahaan, agar otomatis terjadi perubahan kultur. Perubahaan budaya ini harus disistematikakan dalam bentuk business process improvement system (BPIS). Kita mengadakan workshop 3 hari untuk mengidentifikasi strategic intent kita, yang harus distrukturkan sampai proses menjadi KPI setiap SDM seperti apa, audit reviewnya juga seperti apa, semuanya harus terangkum dalam BPIS perusahaan.

Memang Pos Indonesia belum familiar dengan sistem itu, makanya saya menghadirkan konsultan supaya semuanya bisa berjalan dengan baik. Agar pada akhirnya tujuan dari yang paling atas sampai paling bawah itu terjadi sinkronisasi.

Itu implementasinya, kita punya sistem, metode, menguatkan visi misi dan budaya perusahaan agar proses manajemen berjalan dengan baik.


Apa saja yang Anda temukan di Pos Indonesia selama sekitar 1 bulan menjabat?

Alhamdulillah saya bertemu dengan orang-orang baik, yang siap mendukung dan memiliki gereget yang sama bahwa Pos Indonesia sudah kelamaan tidur dan kita harus bangun sekarang. Sejauh ini saya tidak menemukan hambatan yang signifikan, kecuali pada saat saya masuk ada 24 temuan BPK, dan audit di IT kita masih jauh dari yang seharusnya, jadi saya berkonfrontasi dengan keadaan tersebut. Sebetulnya itu bukan hambatan, tetapi sesuatu yang harus dihadapi karena saya menyadari bahwa Pos ini mungkin sudah tertidur 50 tahun, padahal yang lain sudah jalan jauh, jadi harus dibangunkan sekarang. Hambatan terbesar sejauh ini sih hanya kecepatan kita untuk bangun, sadar terus menyiapkan diri untuk bersama-sama maju.


Apakah tidak ada resistensi dari internal?

Alhamdulillah tidak ada, kalaupun ada hanya dalam posisi pasif dan tidak terkemuka. Saya mulai dari dua hal, yakni percaya dan prasangka baik. Kalaupun ada masa lalu Pos yang grouping dan konflik di sana-sini, saya pikir itu hanya kesalahan proses manajemen. Bukan orang tetapi pada proses leadershipnya yang tidak sempurna. Dengan mengajak bangun bersama, dengan bergerak menuju satu visi yang sama, sistem kerja yang sama dan semua berbenah dari sisi spirit kita sudah sama. Sekarang Pos mulai bangun dan kesadaran kita sudah semakin tinggi, tinggal bagaimana sekarang secara strategi dan operasional bisa menggiring Pos menjadi juara.

Apakah bapak tipikal pemimpin yang saklek terhadap bawahan yang under performing?

Itu sebuah konsekuensi, bukan kemauan, perusahaan membutuhkan orang-orang yang mampu bekerja. Apabila dalam rencana kerja sudah ada komitmen akan sampai pada target tertentu, tetapi yang mengendarainya berlambat-lambat, maka kita harus mengganti sopir yang lain agar kita bisa menempuhnya sesuai dengan waktu yang kita sepakati bersama.

Perombakan pasti terjadi, dan ini sedang dalam proses pemetaan antara yang diinginkan dengan current condition disesuaikan, karena ini sebuah transformasi, tetapi ini bukan yang otomatis bongkar-pasang.  Yang terpenting saat ini adalah dengan orang yang sama, akan ada perubahan paradigma untuk maju, tetapi bila tidak mau berubah terpaksa harus ganti orang.

Tapi bisa saja bahwa selama ini ada beberapa individu yang ditempatkan di posisi yang sebenarnya tidak pas, sehingga tidak bisa perform di tempat tersebut. Misalkan orang yang terbiasa menulis dengan tangan kanan, dipaksa pakai tangan kiri, dia memang masih bisa menulis, tetapi tidak akan nyaman dan hasilnya tidak bagus. Hal itu yang terjadi di dalam talent management process, kita tidak menempatkan orang pada tempat yang seharusnya. Jadi kadang-kadang bukan persoalan kinerja orang tersebut lambat, tapi salah menaruh orang pada posisinya. Misalkan SDM yang ekstrovert disimpan sebagai data analis, atau orang introvert disuruh jadi sales, keduanya tidak akan nyaman dengan pekerjaan masing-masing. Jadi tidak begitu disalahkan orangnya dulu.


Apakah roadmap bisnis Pos Indonesia perlu diubah? seperti apa arahnya ke depan?

Selama ini roadmap bisnis perseroan mungkin sudah bagus, tetapi pelaksanaan roadmapnya yang tidak optimal sehingga seolah-olah raodmapnya yang salah. Mungkin sudah ada target seharusnya 5 tahun terakhir sudah ada pencapaian tertentu, tetapi mungkin selama ini tidak ada review, tidak ada audit, atau tidak ada pressure untuk melakukan corrective action, karena ini semua kedodoran sehingga membuat kita saat ini berkesimpulan bahwa raadmap yang ada sekarang ini salah. Padahal sebetulnya belum tentu itu, tapi proses manajemennya yang membuat roadmap menjadi gagal. Hal itu terjadi karena leadership yang tidak jalan.


Bagaimana kesiapan rencana bisnis tahun 2016?

Rencana bisnis yang sudah ditetapkan sebelumnya bisa berjalan, ini untuk berkomunikasi dengan share holder dan partner kita mengacu pada rencana bisnis yang ada. Tetapi tidak sepenuhnya akan menjadi yang akan saya sepakati. Kami masih manyusun rencana bisnis dari hasil work shop selama 3 hari. Ini yang menjadi matter di internal adalah dari hasil work shop yang sedang dibahas juga di 11 wilayah. petetapan targetnya berdasarkan potensi di daerah. Adapun untuk penyelesaian blueprint business keseluruhan butuh waktu 3 bulan, mungkin pada Maret sudah siap.


Lalu bagaimana Anda melihat industri pos dan logistik nasional saat ini dan potensinya ke depan?

Pos kalau bicara mail kita tidak terlalu banyak berharap, karena regulasi sudah mengakui electronic procurement sebagai dokumen legal, maka tidak ada kebutuhan untuk membuat surat lagi, dan sudah tergantikan secara elektronik.

Tinggal nanti yang muncul sesuatu yang sifatnya romantika, menulis surat cinta, puisi, atau berkirim kartu pos itu masih ada meskipun jumlahnya tidak besar. Tetapi ini masih bisa tumbuh, karena semakin orang mampu, akan semakin menikmati yang sifatnya romatisme. Ketika kesejahteraan seseorang itu bertambah, maka romantisme itu bisa tumbuh kembali. Di situ pos sebenarnya masih berharap akan adanya pertumbuhan surat-menyurat, dan Pos menjembatani human connectivity.

Tetapi Pos masih memiliki layanan paket dan logistik, jasa keuangan dan ritel masih memiliki peluang besar untuk tumbuh. Misalnya bisnis paket dengan pertumbuhan e-commerce maka jumlah pengiriman barang akan ikut meningkat. Selama daya beli masyarakat semakin membaik dipastikan bisnis kurir akan terus meningkat.  Pada 2016 Indonesia diprediksi akan jauh lebih stabil secara ekonomi, dan stabilitas politik sudah lebih baik seharusnya kita bisa mengukir pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi lagi. Mungkin 6% bukan angka yang terlalu challenging.

Untuk kurir dan logistik tetap akan tumbuh paling tinggi. Tetapi jasa keuangan harus realistik karena kita tidak bisa menabrak aturan OJK. Adapun untuk pengembangan bisnis ritel, saya membutuhkan modal yang cukup agar bisa tumbuh ekspansif dan seluruh jaringan aset perseroan bisa menghasilkan secara optimal. (A1)


Mantan Bos Safira Corporation Siap Kembalikan Kejayaan Pos Indonesia


PT Pos Indonesia kini sudah siap untuk kembali menjalankan roda perusahaannya. Dua orang profesional yang telah dipilih oleh Kementrian BUMN telah mengisi kekosongan dalam komposisi direksi lama. Penyerahan Surat Keputusan kepada pejabat tersebut dilakukan di Kantor Kementerian BUMN pada Senin (16/11/15).

Berdasarkan keterangan tertulis PT Pos Indonesia, Senin (16/11/15), merujuk kepada Keputusan Menteri BUMN selaku Rapat Umum Pemegang Saham PT Pos Indonesia (Persero) Nomor: SK-229/MBU/11/2015 tetang Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan PT Pos Indonesia (Persero), Gilarsi Wahyu Setijono ditunjuk sebagai Direktur Utama dan Indyruwani Asikin Natanegara sebagai Direktur.
Pemilihan dua direksi baru oleh Kementrian BUMN bukan tidak memiliki alasan. Gilarsi Wahyuni Setijono sendiri merupakan profesional yang pernah menduduki jabatan penting di beberapa perusahaan global terkenal.

Lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini pun pernah menjadi Business Excellence Director Philips Lighting Asia Pasific serta Managing Director untuk wilayah Thailand, China dan Filipina pada perusahaan investasi Merrill Lynch Investment.
Selain itu, ternyata Direktur PT Pos yang baru ini sebelumnya merupakan seorang CEO PT Shafira Corporation Enterprise, sebuah perusahaan ritel busana muslim terkemuka di Indonesia. Ia juga diketahui menjadi sosok dibalik bangkitnya perusahaan yang menjadi pioner bisnis busana muslim di Indonesia itu.

PT Shafira Corporation Enterprise ditangannya, telah meluncurkan beberapa brand baru ternama yang sudah sangat akrab ditelinga masyarakat, seperti Zoya, Encyclo, Mezora. Brand baru ini sama dengan brand terdahulunya Shafira yang menyediakan berbagai pakaian dan perklengkapan muslim
Dengan dipilihnya Gilarsi Wahyu Setijono sebagai Direktur Utama dan Indyruwani Asikin Natanegara sebagai Direktur, diharapkan mampu membangunkan ‘raksasa yang sedang tertidur’ dan mengembalikan kejayaan PT Pos Indonesia.
Dilansir dari kompas Gilarsi mengaku ingin menciptakan kesadaran di lingkungan perseroan bahwa zaman sudah berubah. Sehingga, berbagai hal pun perlu dilakukan perubahan dan pembenahan, antara lain seperti konteks bisnis, lanskap persaingan dan teknologi.

Strategi Bisnis Pos Indonesia Menuju Perusahaan Kelas Dunia

Direktur Utama PT Pos Indonesia Gilarsi Wahju Setijono berharap Pos bisa menjadi perusahaan logistik kelas dunia. Dia menargetkan PT Pos bisa sejajar dengan DHL, Fedex, dan lain-lain.

"Jasa pengiriman DHL bisa mencapai Rp 800 triliun per tahun. Kalau PT Pos hanya menargetkan 10 persennya saja dari DHL, saya kira itu angka yang wajar. Saya optimistis bakal tercapai," kata Gilarsi di Graha Pos Indonesia di Bandung, Senin, 30 November 2015.

Untuk menjadi perusahaan kelas dunia, menurut Gilarsi, harus dibarengi dengan sumber daya manusia berkompetensi tinggi. Untuk itu, dia akan menggenjot sejumlah pelatihan untuk meningkatkan kompetensi para pemimpin PT Pos di daerah.

"Kami akan mengadakan workshop untuk 100 lebih kepala Pos di Indonesia. Kami merumuskan apa yang harus dilakukan ke depannya dan berkoordinasi untuk menghadapi masalah yang dihadapi," kata Gilarsi.


 


Selain itu, dia berharap akan muncul para pemimpin baru berusia muda di PT Pos. Mereka diharapkan dapat membuat program kerja yang berkesinambungan dalam jangka panjang.

"Kalau masyarakat berharap pada saya, boleh dong saya juga berharap suatu saat ada pemimpin yang bisa menggantikan saya, tapi usianya masih muda. Sebab, orang muda punya banyak waktu mengawal perjalanan dan pergerakan kinerja Pos yang sedang berlangsung," ujar Gilarsi.

Pada Senin, 16 November 2015, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunjuk Gilarsi Wahyu Setijono sebagai Direktur Utama PT Pos Indonesia dan Indyruwani Asikin Natanegara sebagai direktur. Keduanya akan melengkapi jajaran direksi lama PT Pos Indonesia. Pengangkatan jajaran direksi baru PT Pos Indonesia berdasarkan surat keputusan Menteri BUMN Nomor SK-229/MBU/11/2015 tentang pengangkatan anggota direksi PT Pos Indonesia.

Gilarsi adalah profesional yang pernah menduduki jabatan penting di beberapa perusahaan global terkemuka, di antaranya sebagai Business Excellence Director Philips Lighting Asia Pacific dan Managing Director untuk wilayah Thailand, Cina, dan Filipina di perusahaan investasi Merrill Lynch Investment.

Sebelum ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Gilarsi adalah CEO PT Shafira Corporation Enterprise. Lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menjadi sosok di balik kebangkitan perusahaan retail busana muslim tersebut.

Selain Gilarsi dan Indryruwani, anggota direksi lain PT Pos Indonesia kini adalah Poernomo, Gusti Ngurah Putu Sugiarta Yasa, Febriyanto, dan Agus F. Handoyo. Dengan begitu, komposisi Direksi Pos Indonesia saat ini sudah kembali lengkap.

Saturday, June 4, 2016

Nahkoda Baru PT.Pos Indonesia Juara

Inilah wajah para Direksi PT Pos Indonesia yang baru, terdapat dua tokoh baru yang diberikan amanah oleh Negara untuk membantu membangkitkan kinerja PT Pos Indonesia untuk menjadi lebih baik, lebih terdepan dan bisa bersaing dengan perusahaan Asing.


Berikut Struktur Direksi PT Pos Indonesia 2015 :
  • Gilarsi Wahyu Setijono sebagai Direktur Utama
  • Indyruwani Asikin Natanegara
  • Poernomo
  • Gusti Ngurah Putu Sugiarta Yasa
  • Febriyanto
  • Agus F. Handoyo

WAJAH PARA DIREKSI PT POS INDONESIA
Dengan berbekal pengalaman yang luar biasa diharapkan dengan bergabungnya Pak Gilarsi Wahyu Setijono dan Indyruwani Asikin Natanegara bisa membantu meningkatkan kinerja PT Pos Indonesia dengan berbagai terobosan terobosan baru.

Bagi kita yang masih Cinta terhadap Kantor Pos mari saling mendo'akan semoga dengan kepemimpinan yang baru ini PT Pos Indonesia semakin maju dan bisa memberikan service yang lebih baik dari sebelumnya.

Sebagai awal dari komitmen jajaran baru ini, Slogan PT Pos Indonesia kini adalah POS JUARA dimana Pos Indonesia harus juara, harus bersaing, harus terbang tinggi, harus bisa move on, harus bisa menjadi lebih baik terutama untuk mencapai kepuasan pelanggan dan kesejahteraan pegawai.

Berikut penjabaran dari slogan PT Pos Indonesia yang baru :
  1. Prosperity(Kesejahteraan untuk semua pegawai)
  2. Out of Box(Cara berpikir baru, cara bertindak baru, berbeda dari sebelumnya)
  3. Sincerely (Tulus dalam berkarya)
  4. Joyfullness (Selalu penuh semangat)
  5. Unity (Kesatuan yg utuh)
  6. Accomplisment (Segala sesuatu dilakukan secara profesional dan berorientasi pada prestasi)
  7. Rapidly(Kecepatan dalam mengantisipasi masalah)
  8. Acquisitiveness(Hasrat yg kuat untuk maju). 
POS INDONESIA JUARAAA....!

Wednesday, April 13, 2016

Kepercayaan Anda yang Utama bagi Pos Indonesia

Bisnis pos adalah bisnis kepercayaan.Untuk bisa mengirimkan pesan ,uang,maupun barang ke alamat tujuan yang dikehendaki ,kami harus mendapat kepercayaan terlebih dahulu dari anda.Jika anda tak percaya,mustahil anda akan memanfaatkan layanan Pos.

Begitulah hukum besi dalam bisnis Pos dari dahulu,kini,maupun esok nanti.Kepercayaan menjadi prasyarat pertama da utama yang harus dipenuhi terlebih dahulu.Segenap jajaran Pos Indonesia sadar betul dan berusaha sekuat tenaga untuk menjaga dan memastikan kepercayaan itu tetap mereka peroleh dari masyarakat.

Memang tidak mudah untuk membuat seorang percaya kepada Pos Indonesia.Ada dua unsur yang harus dipenuhi kami sebagai insan Pos agar dipercaya oleh anda,yakni Kredibiltas dan Kompetensi.

Pertama,Kredibiltas.Kepercayaan muncul dari konsumen terhadap Pos jika segenap insa Pos mampu menunjukkan kredibiltasnya sebagai insa Pos yang terpercaya.Semakin tinggi kedibilitas yang dimiliki semakin tinggi pula tingkat kepercayaan yang akan diraihnya.Untuk urusan perposan,kredibiltas itu berkenaan dengan sejumlah elemen utama yang berhubungan dengan tugas pengiriman sesuatu.

Cepat,Tepat,Selamat dan Amanah,adalah empat parameter yag digunakan oleh konsumen dalam mengukur kredibilitas pengantar Pos.Keempatnya bersifat simultan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain.Cepat menyangkut kebutuhan konsumen masa kini yang menghendaki kirimannya bisa sampai ke alamat secepat mungkin.Namun begitu juga,mereka juga menghendaki kirimannya benar-benar Tepat sampai ke alamat yang dikehendaki.Kesalahan kirim selain menimbulkan masalah juga menurunkan kredibilitas.Selamat adalah kebutuhan yang tak kalah pentingnya.Baik surat,barang maupun uang yang mereka percayakan kepada Pos  tak ingin rusak atau bahkan hilang diperjalanan.Keamanan dan keselamatan menjadi pertaruhan kredibiltas Pos dan keempat adalah Amanah.Manakala kirima ini dipercayakan kepada Pos maka itu adalah amanah yang tak bisa ditawar-tawar,kiriman harus sampai dengan cara apapun  dan risiko apa pun serta terjaga keamanan dan kerahasiannya.Pada keempat hal itulah,Pos Indonesia mempertaruhkan segala sumber daya dan kekuatan yang dimilikinya.Memastikan kiriman yang anda serahkan benar-benar dapat dikirimkan dengan Cepat,Tepat,Selamat dan Amanah sepenuhnya.

Kedua,Kompetensi.Kami sadar untuk bisa meraih kepercayaan yang tinggi dari konsumen masa kini,Pos Indonesia tak mengandalkan warisan dari masa silam.Terlebih,saat ini dampak era liberalisasi perposan sudah begitu terasa.Persaingan bisnis perposan semakin bebas dan keras.Dalam konteks itulah,standar kompetensi menjadi salah satu faktor penentu dalam meaih kepercayaan.

Kompetensi berarti kecakapan yang dimilikin oleh para insan Pos,sehingga mampu melakuka pekerjaannya dengan kierja yang tinggi.Pos Indonesia memiliki tradisi yang kuat untuk membangun kompetensi mereka yang bekerja sebagai insan Pos.Generasi pendahulu kami telah meletakkan fondasi yang kuat melalui pengembangan Pusdiklat Pos,dilanjutkan dengan Politeknik Pos,serta kursus-kursus dan pelatihan yang melahirkan generasi baru insn Pos yang kompeten.Bahkan kini,kami tengah menyiapkan stnadar kompetensi insan Pos Indonesia.

Harapan kami,dengan segala daya dan upaya yang dilakukan segenap insan Pos Indonesia dalam meningkatkan Kredibiltas serta Kompetensinya,anda tetap dan semakin mempercayai Pos Indonesia.