Thursday, April 14, 2016

Pos Indonesia Harus Menjadi Wasilah yang Amanah

Ditemui dalam sebuah acara di Masjid PUSDAI Bandung beberapa waktu lalu,Ustadz Solmed menceritakan peran almarhum Uje dalam aktifitas dakwahnya sehingga ia menjadi seorang pendakwah terkenal seperti sekarang ini.

" Almarhum Uje lah yang pertama kali mengajak saya berdakwah di salah satu stasiun TV swasta,waktu itu saya hanya diberi kesempatan 3 menit saja,namun Subhanallah dampaknya begitu besar,moment itu benar-benar menjadi tonggak sejarah mulainya saya berdakwah melalui media massa televisi,"demikian kenang Ustadz Solmed

Setelah dakwah pertama kali itu,Ustad Solmed mendapati simpati dari banyak penonton,hingga Uje pun kerap mengajaknya berdakwah di stasiun TV lain.Puncaknya ketika ia ditawari pleh sebuah produksi yang cukup ternama untuk bermain sebuah sinetron Islami yang berjudul Pesantren & Rock n Roll.Dalam sinetron tersebut Ustad Solmed berperan sebagai ustad yang baik dan cerdas

Sukses memerankan tokoh ustadz dalam senetron  tersebut membuatnya makin dikenal.tawaran untuk berdakwah berdatangan dari mana-mana.Baik dari berbagai stasiun TV,maupun dari kota-kota di seluruh Indonesia,bahkan banyak pula panggilan berdakwah dari luar negeri.

Materi dakwahnya yang selalu segar dan up to date,ditambah dengan gayanya yang khas dan paras yang tampan,Ustadz yang terlahir dari pasangan H.Najjamudin dan Hj.Salmah ini semakin banyak disukai berbagai kalangan .Ia dibesarkan disebuah perkampungan di kota jakarta,disebuah gang sempit di daerah Kedoya.Ketika lulus kuliah dari Universitas Islam Negeri Jakarta,ia sering diminta untuk ceramah di acara pengajian di musholla dan masjid sekitar rumhanya.Ia berdakwah mulai dari tingkat RT,RW lalu kecamatan yang kemudian terus berkembang hingga kemudian dalam sebuah acara pengajian besar ia bertemu dengan almarhum Uje dan disitulah karirnya sebagai pendakwah semakin bersinar.

Disela-sela kesibukannya dalam berdakwah,suami dari artis April jasmine ini selalu meluangkan waktu untuk terus belajar memperkaya ilmu keagamaannya.

Kenangan Manis bersama Pos Indonesia 

Ketika "Kabar dari Pos" menanyakan kesan dan pengalamannya dengan Pos Indoensia,sang Ustadz matanya langsung berbinar.Ia mengenang saat-saat di pesantrenya di aderah Jawa Timur.Bila berkirim surat kepada ayah dan emak di Jakarta,ia selalu menggunakan layanan Pos indonesia.Biasanya ia akan memposkan suratnya ke bis surat yang ada di pasar dekat pesantrennya.Demikian pula kiriman surat,paket dan wesel dari orang tua selalu menggunakan layanan Pos.baginya menerima kiriman dari orang tua berupa paket atau wesel adalah hal yang sangat membahagiakan saat di pesantren dulu.

"Pos Indoensia harus terus semangat ,jangan sampai kehilangan ruhnya sebagai pengantar atau wasilah dari surat menyurat,paket atau layanan keuangan.Intinya Pos Indonesia harus menjadi wasilah yang amanah",demikian ucap ustadz mengakhiri pembicaraan.

No comments: